Memasuki masa SMP, Nazuha dikenalkan dan diajarkan sihir yang berhubungan dengan kecepatan oleh guru terbaik disana. Ia dan sahabatnya memiliki jenis sihir yang sama, tapi dengan cara pengendalian yang berbeda.
Guru mereka yang baik dan genius itu, menciptakan metode yang berbeda. Ia rela mengorbankan dirinya agar anak didik yang diajarinya semakin berkembang. Berbeda dengan sahabatnya yang setuju, Nazuha menentang metode-nya dan bahkan tidak mempelajarinya. Ia menganggap bahwa lebih baik tidak ada perbedaan.
Akibatnya Nazuha sering kali melawan kepada gurunya. Ia yang mengetahui kabar kematian sang guru akibat dari metode itu, merasakan suatu penyesalan dan lagi-lagi harus kehilangan seseorang yang berharga.
Nazuha yang diliputi oleh rasa penyesalan akhirnya berjuang untuk dapat mencapai puncak. Ia pun berhasil masuk ke dalam akademi The Hexe.
Memilik rambut kuning dan jabrik. Selalu menunjukkan ekspersi kesalnya.
Terobsesi menjadi nomor 1 dan mengalahkan Edoras. Pemarah, tidak sabaran, tukang teriak, tukang nge-gas, kasar sama siapa saja. Tanpa disadari ia adalah playboy.