Lahir di musim gugur. Namun harus kehilangan orang tuanya sejak usianya masih kecil dan terpaksa dirawat oleh seorang kakek sebatang kara.
Menjadi mandiri sejak kematian kakek yang mengasuhnya. Lalu dikhianati oleh sahabat sendiri membuatnya bisa lebih dewasa berpikir tentang kehidupan. Setelah memenuhi sumpahnya untuk membawa kembali sang pengkhianat, Sean pergi terlalu jauh sampai ia bisa memastikan kedua kakinya terasa patah dan ia lupa jalan untuk kembali. Ia mengubur masa lalunya dalam-dalam dan mencoba untuk berhenti peduli.
Di malam bersalju itu, Sean tetap berjalan dan menemukan tempat yang mau menerimanya, yaitu Panti Asuhan Tifone Care.
Appearance
166 cm, 59 kg, bright-blondie hair, sapphire eyes/golden eyes, white skin but not pale, wearing red mantel, there's red circle in around his eyes.
Personality
Pemarah, mudah marah dan meledak-ledak. Emosi tidak stabil. Cerdas. Cepat. Namun payah dalam bekerja sama. Juga agak anti sosial.