Kebahagiaan adalah… Uh… Memberi makan para burung? Maksudku, kemarilah! Dan cobalah untuk memberi makan burung-burung itu, kau pasti bisa merasakan ketenangan dari itu walau hanya sebentar. Sini, sini!
El memiliki hobi berbicara dan bermain dengan hewan-hewan di sekitarnya sejak kecil, terutama hewan unggas. Orang-orang menyebutnya 'aneh'. Tapi ia percaya bahwa suatu hari nanti pasti hewan-hewan tersebut pun akan mengerti apa yang diucapkan El pada mereka.
El berasal dari kota La Spenzia. Pada suatu hari, kedua orangtua nya tewas karena kecelakaan beruntun saat mereka bertiga hendak pergi ke Rock Island untuk mengunjungi kakek dan nenek nya.
Sejak saat itu, El tinggal bersama kakek dan nenek nya di Rock Island. Ekonomi nya yang sangat mencukupi membuat El merasa hidupnya tak berbeda jauh dengan ketika masih bersama kedua orangtua nya. Hobi berbicara dengan hewan nya pun semakin menjadi-jadi. Tak hanya itu, ia juga jadi hobi membaca karena neneknya seringkali memberikan buku pada nya.
Untuk mengasah kemampuannya, saat sudah berkepala dua El akhirnya memutuskan untuk masuk ke Universitas Heinsberg dan memilih Fakultas MIPA disana. Tak hanya itu, ia juga ingin menjalani hidupnya agar bisa berguna bagi siapapun.
Di umur nya yang ke-18, tepat setelah kelulusan SMA nya, terjadi perampokan yang hampir membunuh kakek, nenek, serta El di rumahnya. Disaat sang perampok hampir membunuh El, El hanya bisa memegang erat sebuah buku tebal yang berdebu di tangannya dan berharap ketebalan buku tersebut dapat menahan tajamnya pisau.
Buku itu pun tiba-tiba bercahaya terang dan segerombolan burung gagak pun masuk ke dalam dan mengerubungi sang perampok. Perampok tersebut yang mengira akan ada hal sial yang terjadi padanya langsung memutuskan untuk pergi dari rumah tersebut, disaat yang bersamaan burung-burung gagak tersebut pun berubah menjadi sebuah cahaya kecil dan masuk ke dalam buku yang di genggam El.
Kakek nya menjelaskan bahwa buku yang dipegang El adalah sebuah Codex dimana penggunanya dapat mengendalikan burung apapun di sekitarnya. Burung-burung gagak tadi merupakan salah satu bentuk kekuatan dari Codex tersebut. Sang kakek menjelaskan bahwa ia juga tak pernah tahu bahwa ia menyimpan Codex di rumahnya, akhirnya El pun memutuskan untuk mengambilnya dan menekuni kekuatan serta Codex tersebut.
El merupakan seorang remaja yang memiliki surai putih halus pendek serta iris mata crimson yang seringkali membuat dirinya dikira sebagai manusia albino. Ia juga kesulitan untuk bertambah tinggi, tak jarang ia dipanggil dengan sebutan "adik" oleh orang-orang yang lebih muda darinya. Walau begitu, El sudah terbiasa semua itu.
El dikenal sebagai remaja yang riang, ceria, ramah, dan juga humoris. Ia juga sangat peduli dengan teman-teman disekitarnya. Walau orang-orang disekitarnya menganggap dirinya aneh, El tak merasa dendam akan hal itu.