Tambahan dari Chapter 1: Gregory hadir melalui hologram dan menyampaikan versi resmi tentang Subject 001: tidak memiliki karakteristik istimewa dan tewas setelah gagal dalam uji eksperimen. Ia memakai kasus itu untuk menegaskan bahwa para subjek tidak istimewa dan harus berusaha memperoleh pengakuan.
Gregory merupakan seorang prodigy, prestasinya pemegang rekor sebagai dokter termuda di usia 20 tahun. Kepintaran yang tercatat dan diakui membuatnya disegani oleh berbagai kalangan, terutama karena kepribadiannya sulit dihadapi. Seolah tidak ada tantangan dan gairah dalam hidupnya.
Tidak hanya kedua orang tua, ia melihat pasien-pasien yang sempat ditangani tidak terselamatkan menjadi awal dari obsesinya muncul. Bukan karena rasa simpati, namun Gregory masih memiliki empati. Meski tidak pernah diperlakukan manusiawi sejak muda. Hidupnya hanya dipenuhi ambisi dan diajarkan untuk melampaui segalanya. Mengabaikan keterbatasan manusia yang utama, yaitu untuk bisa hidup panjang─abadi selamanya. Menguasai roda takdir. Ia sendiri yang akan menyaksikan bagaimana dunia hancur, atau sebaliknya bisa berkembang.
Gregory telah banyak mencetuskan metode memperoleh hidup panjang bagi beberapa subjek eksperimen. Tapi tidak ada hasil yang memuaskan dan berujung kematian. Penawaran tujuan berdirinya Project 42 Voltaire awalnya tidak sejalan dengan dirinya─tidak tertarik. Tujuan sebenarnya hanya ingin memanfaatkan semua akses fasilitas dan mendapatkan privilige, dengan harapan ada yang akan mengubah pikirannya.
Cabang Ilmu: Genomik
Ia tampil datar, tidak berbelas kasih, dan sangat individualistis. Setelah menyampaikan bagiannya, Gregory memutus sambungan secara sepihak tanpa mengikuti sisa pembinaan.