Menjadi musisi adalah profesi yang umumnya memiliki usia singkat. Pangsa pasar terus berubah seiring berjalannya waktu—bahkan tak sedikit yang tak pernah sempat bersinar atau tersorot sebagai tokoh utama di atas panggung.
Axel adalah contoh dari bintang yang tak pernah benar-benar bersinar. Ia mengusung genre rock, mengikuti jejak ayahnya yang pernah menjadi musisi ternama pada masanya.
Studio demi studio, kafe demi kafe, serta entah berapa banyak panggung kecil dan kompetisi kelas cetek telah menjadi saksi perjalanannya. Namun sayangnya, bintang itu tak pernah memancarkan cahaya yang cukup terang—entah karena genrenya yang kian ditinggalkan, atau karena ketidakpiawaiannya dalam membawakan musik tersebut.
Deadlight—sebuah cahaya yang mati. Itulah nama panggung seorang pria yang nyaris tak dikenal, dengan karakter vokal yang bersih dan jernih, minim scream dan growl, meskipun metal merupakan subgenre utamanya. Meski demikian, ia kerap bereksperimen dengan memasukkan berbagai gaya rock lain ke dalam karyanya.
Dan kini, di titik ini—mampukah ia akhirnya bersinar untuk pertama kalinya?
Axel berulang kali dipasangkan dengan Sonata dan beberapa subjek lain. Ia tidak menerima perintah sistem secara buta; saat kelompok harus menentukan hasil, ia menawarkan permainan yang memberi kesempatan setara. Hubungannya dengan Sonata tumbuh melalui perbedaan antara sikapnya yang ringan dan cara berpikir Sonata yang sangat praktis.
Axel berulang kali menunjukkan bahwa sikap santainya bukan berarti ia menganggap ringan nasib orang lain. Saat harus mengambil keputusan bersama Althea, Bella, dan Jeanny, ia mengusulkan permainan agar setiap orang memiliki peluang yang sama. Ketika kemudian dikurung dalam ruang hadiah bersama Bella dan Althea, ia segera menetapkan batas: tidak ada tindakan yang tidak biasa tanpa persetujuan, ia bersedia tidur di sofa, dan pembagian kamar mandi serta pekerjaan rumah harus dibicarakan. Sikap ini memberi Althea ruang untuk mengatasi kecanggungannya dan memungkinkan Bella bergerak bebas tanpa menjadikan keramahan sebagai izin tanpa batas.
Hubungannya dengan Bella dan Althea bersifat hangat tetapi tidak posesif. Bella membawa energi sosial, memasak, bercanda mengenai masa depan, dan mempercepat kedekatan di antara mereka; Althea menjaga keteraturan dan lebih mudah percaya setelah melihat Axel konsisten pada ucapannya. Axel membiarkan kedua perempuan itu membangun hubungan mereka sendiri, lalu mencoba mengenal kehidupan dan keinginan mereka di luar tuntutan sistem. Pengalaman tersebut menegaskan prinsipnya bahwa kebersamaan hanya layak dipertahankan bila semua pihak tetap dapat berkata tidak.
Sonata menjadi pasangan yang paling bertahan dalam perjalanan Axel. Kedekatan awal mereka dibentuk oleh dunia mimpi dan memperoleh skor emosional yang sedang, tetapi keduanya tidak menjadikan angka itu sebagai alasan untuk menyerah pada sistem. Ketika enam jam terakhir diumumkan dan mereka justru dipasangkan dengan orang lain, Axel mencari Sonata. Ia mengajak Sonata menguji satu pertanyaan yang lebih jujur: jika mereka masih memilih satu sama lain ketika tidak diarahkan untuk melakukannya, mungkin hubungan itu memang milik mereka. Mereka bertukar cerita tentang musik, tubuh yang dibentuk teknologi, kebebasan, nilai hidup, dan pengorbanan. Axel bertanya secara langsung apakah Sonata bersedia menjadi pasangan jangka panjang; Sonata balik menuntut kepastian bahwa Axel menerima dirinya secara utuh. Kesepakatan mereka lahir sebagai kemitraan sadar, bukan ledakan romansa sesaat.
Dalam keruntuhan bangunan, Axel menggunakan gitar dan anginnya untuk melindungi Sonata, lalu memastikan keadaannya sebelum melihat kerusakan lain. Sonata sendiri segera menggali puing dan menolong Bella, memperlihatkan kepedulian yang biasanya tersembunyi di balik bahasa praktis. Axel tidak mencoba mengambil alih; ia bekerja berdampingan dengannya dan ikut menghadapi Zion ketika tindakan nekat Zion mengancam orang lain. Mereka saling melengkapi karena Axel mampu menghangatkan ruang emosional, sedangkan Sonata menjaga keputusan tetap berpijak pada kenyataan.
Axel juga membangun jaringan perkenalan yang luas dengan Luxya, Leah, Soraya, Bella, Althea, dan subjek lain tanpa berpura-pura bahwa semua kedekatan itu setara. Ia dapat menggoda dan bercanda, tetapi membedakan keramahan, ketertarikan, dan komitmen. Ketika daftar akhir menempatkannya bersama Sonata, ia menerimanya bukan karena layar menyatakan mereka cocok, melainkan karena mereka sudah menegosiasikan pilihan, batas, dan masa depan sebelum sistem mengesahkannya.
Menentukan hidupnya sendiri, melindungi pilihan orang lain, dan membuktikan nilai dirinya melalui musik serta tindakan yang bertanggung jawab.
Axel merupakan seorang Velchord dari semesta RÉSONARCH. Ia dikenal sebagai vokalis dan gitaris ritme yang menggunakan instrumental hidup. Permainan gitarnya dapat membangkitkan hembusan angin dan berkembang menjadi pusaran yang kuat.
Santai, jenaka, terbuka, bertanggung jawab, dan cukup idealis. Axel suka menggoda, tetapi memegang prinsip keadilan, persetujuan, dan kebebasan memilih.