Artemia Wrighton, atau sering dipanggil Artie, merupakan mahasiswi jurusan Fisika yang membawa beban nama besar keluarganya di pundaknya. Sebagai putri dari Bruce Wrighton, seorang petinggi militer Namarra, dan seorang ilmuwan fisika ternama, hidupnya selalu berada di bawah sorotan publik.
Meskipun terlihat seperti mahasiswi biasa yang lebih suka berkutat dengan buku, ia memiliki sisi lain sebagai ahli waris yang dipersiapkan untuk bertahan hidup. Implan Wollen tertanam pada punggung tangan kirinya. Meskipun secara fisik ia tampak rapuh, Artemia memiliki toleransi yang luar biasa tinggi terhadap Myr.
Artemia ingin membuktikan bahwa ia bukan hanya "beban" yang harus dilindungi, tetapi putri yang layak bagi Bruce Wrighton. Melalui studinya di bidang Fisika, ia berusaha menyambung visi ibunya yang terputus, berharap bisa menemukan kedekatan dengan sosok ibu yang telah tiada melalui ilmu pengetahuan.
Masa kecil Artemia diwarnai oleh kontras antara kemewahan dan kesedihan. Sebuah lukisan keluarga yang ia buat di rumah sakit saat berusia lima tahun menjadi pengingat pilu akan masa-masa sebelum ibunya tiada. Tumbuh sebagai putri tunggal seorang petinggi, ia sering kali merasa terisolasi oleh ekspektasi orang-orang di sekitarnya.
Sesuai aturan yang berlaku, ia tetap menjalani tugas wajib menambang di usia remaja. Pengalaman ini sangat kontras dengan kepribadiannya yang lembut, namun ia menyelesaikannya tanpa mengeluh demi menjaga kehormatan keluarga. Setelah masa tugasnya berakhir, ia kembali ke jalur akademis untuk mendalami Fisika.
Karena posisi ayahnya, Artemia menjadi target penculikan atau ancaman dari musuh politik keluarganya. Hal ini memaksa Bruce Wrighton untuk mengambil langkah ekstrem dengan memberikan implan Wollen dan penggantian bagian bahu kanannya dengan komponen besi sebagai sistem pertahanan diri. Meskipun prosedur ini berat baginya, Artemia menerimanya dengan senyuman sebagai bentuk kepatuhan dan kasih sayang kepada ayahnya.