Pernahkah kalian memikirkan bagaimana sistem tata ruang dunia di alam semesta itu bisa berjalan sesuai pada lokasinya? Bagaimana dengan tata susunan atau penempatannya? Dalam semesta ini, suatu dunia adalah sebagian kecil dari sebuah pohon raksasa Yggdrasil yang menaungi berbagai macam dunia kehidupan, termasuk dunia setelah kematian. Ceritanya berfokus ke dunia setelah kematian itu. Namanya Ascensia.
Ascensia adalah sebuah program khusus yang bertujuan untuk mengembalikkan orang-orang yang tak seharusnya mati. Jiwa mereka semua dikumpulkan dalam satu tempat bernuansa akademi yang dimana satu sama lain akan berkompetisi dan saling mengeliminasi (bersifat survival) agar satu-satunya pemenang itu dapat dikabulkan segala keinginannya.
Cerita berawal dari seorang Grim Reaper yang tanpa diketahui melanggar tugasnya hingga menciptakan anomali siklus kematian. Ia membunuh ratusan hingga ribuan orang secara acak namun tidak sesuai dengan takdir yang seharusnya tercatat di daftar kematian. Untuk menembus kesalahan, Para Pencipta memutuskan untuk melanggar aturan alam semesta yaitu menghidupkan manusia normal kembali ke dunianya. Manusia itu dikumpulkan dan diseleksi di Ascensia agar kematiannya bisa menjadi normal, keinginannya terwujud atau bahkan eksistensinya dihilangkan dari dunia asalnya.
Di Ascensia terdapat peraturan mutlak. Semua manusia yang di kirim ke dunia ini segala sesuatu tentang ingatannya akan dihapuskan terkecuali nama, usia dan sedikit ingatan sebelum ia tewas. Jika di dunia nyata mereka adalah manusia biasa, namun setelah dihidupkan di Ascensia. Segala potensi yang mengarah ke supernatural akan dilepas dan dibangkitkan oleh masing-masing pengguna. Aturan terakhir, dalam usia apapun mereka tewas, tua atau muda, mereka akan dihidupkan dengan taraf usia sekitar 14-19 tahun sesuai konsep akademi ini.
Mulailah mereka menjalani kehidupan baru di Ascensia, dimana hidup seperti layaknya murid akademi lengkap dengan asrama dan berbagai fasilitas lainnya, tapi dengan satu tujuan, yaitu survive dan menjadi pemenang.