Makhluk normal akan memakai waktunya untuk mengurangi kuantitas berdasarkan rendah kualitas lawannya. Stereotip itu sering digunakan dalam membentuk development karakter. Tetapi, cara itu hanya berlaku untuk seseorang yang memulai aksi-nya dari nol. Bagi karakter yang terlampau kuat, mereka akan memukul rata satu sama lain tanpa memikirkan level dari targetnya.
Hal ini berlaku di wilayah Aksel, bertempat di planet ke-4, di alam semesta. Ray Borg ditemukan tewas remuk tepat di depan sebuah akademi terbaik, bernama AKIRA. Ray Borg dikenal sebagai droid tak tertembus, hampir semua serangan tak mempan saat menyentuh tubuhnya. Jika melihat dari remuk hancur tubuh droid tersebut, bisa diberikan asumsi bahwa lawan dari Ray Borg adalah makhluk dengan kehancuran lebih dahsyat.
Tidak sampai di sana, hari berikutnya kematian kembali terjadi. Ahli cyborg bernama Jun yang dikenal mampu melintasi antar planet tanpa kunci eksklusif, ditemukan di dekat tempat Ray Borg berakhir. Keadaannya tetap serupa, mati dalam keadaan remuk.
Kematian yang terjadi telah membawa Siswa Akademi AKIRA ke dalam masalah besar. Mereka diharuskan untuk berhadapan dengan konflik yang kompleks.
Meski dianggap sebagai yang generasi terbaik, mereka sadar bahwa takdir akan berjalan menuntun mereka ke level yang lebih tinggi. Hal ini hanya bisa dicapai dengan mengalami development besar. Namun di balik itu juga, terdapat gejolak yang mengikat ke dalam keputusasaan.