• Thrift adalah nama yang sengaja dipilih oleh Gabriel begitu diadopsi ke dalam keluarga Holmes agar tidak melupakan kesakitan yang diderita “Riel” selama di panti asuhan.
• Sosok Gabriel memiliki beberapa identitas, antaranya; Riel, Thrift Holmes, sosok Hacker anonymous, dan Gabriel sang Archangel Si Pembawa Pesan.
• Gabriel merupakan sebuah 'kesalahan' sebagai seorang Angel karena memiliki emosi berlebihan seperti manusia kebanyakan di saat seharusnya dia hanya memiliki akal.
Apapun kegiatan yang aku lakukan, sekali atau dua kali, atau bahkan lebih pasti terpikirkan soal Lilith. Kehilangan fotonya saat sedang di dunia lain adalah siksaan terbesar.
Ia merupakan seorang anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya di tengah hutan belantara. Seorang wanita bernama Gracie menemukan anak ini dan memutuskan untuk merawatnya di panti asuhan bersama anak-anak lain. Nama pertama yang ia dapatkan adalah Riel. Ia tumbuh dengan baik sebagai seorang anak meski panti asuhan mereka sangat sering terlanda kesulitan biaya hidup. Beruntung karena Riel juga tumbuh sebagai anak yang cerdas sehingga bisa membantu sang Ibu panti dalam masalah yang mereka alami. Di umur 8 tahun, seorang pria yang entah-dari-mana mendadak datang ke panti dan meminta pertolongan untuk tempat tinggal, sebagai gantinya ia akan mengedukasi anak-anak panti untuk biaya tinggal. Tentu saja pria itu menyetujuinya karena hal itu juga menguntungkan dirinya. Namun, sayang karena pria itulah yang akan membawa malapetaka. Tepat di hari ulang tahun yang ke-10, Riel harus menghadapi sebuah kenangan pahit yaitu tewasnya hampir semua anak di panti dan Ibunya dengan cara tragis. Siapa sangka jika pria yang tinggal bersama dengan mereka ternyata seorang psikopat dari Tartaros yang tengah mengemban misi? Entah bagaimana, Riel dan adiknya Lenka selamat dari tragedi berdarah yang mengerikan itu. Baik Riel maupun Lenka menerima kerusakan mental yang besar karena masalah ini, tapi Riel dapat segera pulih dalam waktu yang dekat. Setelah pulih, ia diadopsi oleh salah seorang keluarga bangsawan, yaitu Marquis Holmes. Ia mengganti nama Riel menjadi Thrift dengan alasan agar ia melupakan kejadian mengerikan itu. Namun, sayang karena sampai kapanpun ingatan terkutuk itu tak akan pernah terhapus dari pikirannya.
Saat masih kecil hingga berumur 15 tahun, Thrift memiliki rambut pirang cerah dengan netra biru langit. Pakaian yang sering ia gunakan saat 10-16 tahun adalah setelan baju bangsawan pada umumnya. Di umur 15, Thrift mengubah warna rambut menjadi pirang gelap dan sering mengenakan lensa kontak berwarna hazel. Setelah menginjak umur 17, Thrift terbiasa mengenakan kemeja putih dengan jas hitam yang tidak dikancingkan. Hal itu berlanjut hingga umur berikutnya, tapi saat mulai menginjak umur 20 ia menambah properti seperti scarf merah yang diikat di leher sebagai pengganti dasi dan sebuah kacamata hitam sebagai pelindung lapis kedua netranya.
Thrift memiliki sifat yang tenang dan cenderung berpikir kritis. Ia senantiasa mempersiapkan apapun yang dibutuhkan sebelum awal perjalanan ketika hendak mengemban suatu misi dan mempertimbangkan banyak kemungkinan dari yang baik hingga yang terburuk. Pembawaan Thrift juga selalu kalem dan sering tersenyum meski kebanyakan tebar senyum palsu, tapi ada saat di mana ia akan banyak menggerutu, berkata sarkas, dan bicara seenaknya dalam keadaan tertentu. Selain itu, ia juga sangat mudah khawatir terhadap seseorang, terutama pada Lilith, dan di dekat gadis itu juga sikap kekanakan Thrift akan sering muncul. Nilai minus dari kepribadian yang Thrift miliki, di balik wajahnya yang terlihat ramah, dalam otaknya selalu terisi oleh pemikiran kejam dan sadis mengenai cara mati seseorang beserta kegunaannya. Ia juga akan sangat mudah kehilangan kendali saat sedang dilanda rasa bosan yang lama, dan cenderung akan melupakan segala persiapan yang ia kumpulkan jauh-jauh hari saat didesak oleh sesuatu.
Kemampuan manipulasi suara dengan atribut suci.
Mengandalkan kemampuan spirit untuk memanipulasi asap.
Mengandalkan kemampuan spirit untuk memanipulasi kartu.