Mekar Putih

The White Bloom

Cover of Mekar Putih

Synopsis

Pada tahun 1998, di tengah krisis ekonomi dan Reformasi, proyek sembilan kampus yang sebelumnya dibangun untuk pendidikan strategis resmi dihentikan dan dicatat sebagai kegagalan. Setahun kemudian, jaringan tersebut diam-diam dihidupkan kembali melalui sebuah konsorsium yang diprakarsai Sultan Yogyakarta. Mahasiswa dipilih dari berbagai bidang yang dianggap penting bagi masa depan negara. Jaringan ini disebut Orde Sembilan, institusi yang menjaga pengetahuan, pemerintahan, kedokteran, energi, pangan, air, informasi, dan kebutuhan lain supaya Indonesia dapat bertahan apabila negara menghadapi kehancuran besar. Kekhawatiran itu akhirnya menjadi nyata ketika aktivitas geologi dan pemanasan ekstrem memicu Transgresi Besar, menaikkan permukaan laut sekitar 170–250-meter dan menenggelamkan banyak pusat peradaban lama. Ketika pemanasan tetap berlanjut, manusia menciptakan CARMA, Carbon Atmospheric Remediation Microbial Assemblage, sekumpulan mikroba buatan yang dikembangkan untuk mengurangi karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄). CARMA bekerja terlalu jauh dan tidak dapat dihentikan. Selama beberapa dekade, bumi terus mendingin hingga akhirnya stabil pada kisaran minus 60 sampai minus 80 derajat Celsius. Perubahan ini dikenal sebagai Mekar Putih. Manusia kemudian hidup di thermal habitat yang ditopang oleh panas bumi, nuklir, tenaga air, pertanian tertutup, dan berbagai infrastruktur yang masih dapat dipertahankan. Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Meksiko, Filipina, Türkiye, dan Kenya menjadi beberapa negara penyintas utama, sementara banyak negara lain hanya bertahan dalam wilayah kecil, kehilangan daratannya, atau dianggap runtuh.

Indonesia bertahan sebagai salah satu kekuatan utama melalui wilayah vulkanik dan panas bumi yang luas. Sementara Jepang tetap memiliki kemampuan tinggi dalam manufaktur, kedokteran, robotika, dan pertanian terkendali. Hubungan keduanya berkembang menjadi saling bergantung. Jepang menyediakan teknologi dan mesin yang dibutuhkan untuk menjaga habitat tetap berjalan, sedangkan Indonesia memiliki wilayah termal yang mampu menampung banyak penduduk. Saat beberapa habitat Jepang mulai mengalami masalah kapasitas, Jepang meminta akses yang lebih besar ke wilayah termal Indonesia. Indonesia membatasi penerimaan karena pangan, energi, tempat tinggal, dan layanan yang tersedia tetap memiliki batas. Krisis pengungsi kemudian berkembang menjadi sengketa wilayah. Konflik ini menghidupkan kembali ingatan terhadap tahun 1998, ketika Jepang menjadi salah satu negara yang membantu Indonesia menghadapi krisis ekonomi. Lebih dari satu abad kemudian, keadaan berbalik dan Jepang menjadi pihak yang membutuhkan ruang hidup dari Indonesia.

CARMA terus berkembang, bahkan berubah setelah hidup selama puluhan tahun di lingkungan baru. Varian keturunannya mampu bertahan di dalam mikrobioma manusia dan memengaruhi cara tubuh mengatur sel, memperbaiki kerusakan, serta me-respons lingkungan. Sebagian besar perubahan tersebut merugikan dan menyebabkan kanker, kegagalan organ, gangguan metabolisme, infertilitas, atau kematian. Seseorang dapat berkembang menjadi kondisi yang disebut feral, dengan gangguan emosi, pengendalian diri, serta perilaku sosial. Dalam jumlah yang lebih kecil, tubuh manusia dapat mencapai perubahan yang stabil dan melampaui kemampuan normal. Mereka dikenal sebagai Altered Humans, dengan kemampuan mempertahankan suhu tubuh, memperbaiki jaringan, menahan trauma, meningkatkan kekuatan, mengatur energi, serta mempertajam respons tubuh.

Altered dilihat sebagai tenaga penyelamat, subjek medis, simbol politik, sekaligus aset militer. Sebagian negara berusaha melindungi mereka, sementara yang lain berusaha mengendalikan atau membasmi mereka. Selain negara penyintas, terdapat Dead States, bekas negara yang masih memiliki daratan, tetapi sudah tidak mempunyai pemerintahan, peradaban, atau kehidupan masyarakat yang diakui secara internasional. Komunitas terisolasi, Altered yang tumbuh tanpa pengawasan, feral, fasilitas lama, dan varian CARMA yang belum dipahami masih dapat ditemukan di dalam wilayah tersebut. Kelaparan menciptakan monster. Saat energi mati dan suplai makanan habis, keputusasaan mengambil alih akal sehat. Demi bertahan hidup satu hari lagi, penduduk menembus batas kewarasan. Mereka mulai memakan mayat, bahkan saling membunuh sesama manusia. Di dasar laut dan lapisan es beku, kota-kota yang tenggelam menyimpan kengerian. Mayat, bangkai mesin, dan bukti kejahatan masa lalu terkubur di sana. Tim forensik kini berpacu dengan waktu di tengah lautan tulang. Mereka harus membedah masa lalu untuk memisahkan korban bencana, korban perang, tumbal eksperimen, atau korban tewas akibat CARMA. Mekar Putih adalah benteng peradaban umat manusia setelah dunia lama hancur. Mereka berhasil selamat, tapi ancaman terbesarnya sudah di depan mata. 

Saat ruang keselamatan makin sempit dan waktu terus berjalan, siapa yang memegang kekuasaan untuk memilih siapa yang berhak hidup dan siapa yang harus mati?

Characters

0 cast

No main characters yet.

No supporting characters yet.

No guest characters yet.

Plot & Arcs

0 arcs

No story arcs available yet.

Comments 0

Sign in to join the discussion. Sign In

No comments yet. Start the conversation.

TypographyTypography used by this story
Download Full Cover
About Roleplayverse

This website tells the universes (up to omniverse) of each story that have been developed together since 2014, collected solely as part of a hobby.

© Roleplayverse. All rights reserved.